Diberdayakan oleh Blogger.
RSS



Tugas Geografi
Lintas Minat 2


Disusun oleh:
·      Hana
·      Savira
·      Ryan
·      Abdul Aziz
·      Arif

SMA Negeri 1 slawi
Tahun ajaran 2013/2014






CIRI LAPISAN BUMI BERDASARKAN SIFAT FISIK DAN KIMIA
Berdasarkan hasil analisis data – data yang diperoleh, secara fisika dan kimiawi interior Bumi dapat dibagi ke dalam dua bagian yaitu:
1. lapisan Bumi berdasarkan chemical properties ( Sifat – Sifat Kimia )
2. lapisan Bumi berdasarkan physical properties ( Sifat – Sifat Fisika )

Berdasarkan sifat – sifat kimia, lapisan Bumi dapat dibagi menjadi : 
1.      Crust (Kerak Bumi), merupakan bagian terluar Bumi, memiliki komposisi dan ketebalan berbeda dan beragam dari satu tempat ke tempat lain. Tebal kerak Bumi sekitar 70 km. Bagian atas kerak Bumi disebut lapisan SiAL yang penyusun utamanya berupa oksigen, silika, dan alumunium, sedangkan lapisan bawahnya terdiri atas lapisan SIMA, mineral utama yang dikandungnya adalah Silika dan Amagnesium. Terdapat dua jenis kerak Bumi:
a.    Continental Crust (Kerak Benua), tebalnya 10 – 70 km, terdiri dari batuan yang ringan mengandung banyak silika (SiO2). Terdiri dari batuan kristalin dengan unsur – unsur Si (silika) dan Al (aluminium).
b.    Oceanic Crust (Kerak Samudra), ketebalannya 8 – 13 km, terdiri dari batuan yang sangat padat, berwarna gelap, tersusun dari unsur Si (silika) dan Mg (magnesium).
2.      Mantle ( Mantel ), merupakan lapisan di bawah kerak Bumi, dicirikan oleh adanya peningkatan gelombang – gelombang panas, memiliki ketebalan 3.488 km. Pada lapisan ini bersifat semi cair, banyak mengandung mineral dan ferromagnesian (campuran besi dan magnesium). Mantel dapat dibagi menjadi 2 bagian: 
a. Upper Mantle (mantel bagian atas), memiliki ketebalan 400 km, bersifat plastis (padat tapi kenyal) atau semiplastis, mempunyai zona transisi dengan ketebalan 670 km.
b. Lower Mantle (mantel bagian bawah), terdiri dari bahan yang kaya unsur nikel dan besi, berada pada kedalaman antara 1000 – 2900 km.
3.      Core ( Inti ), terletak di bawah mantel Bumi pada kedalaman 2.900 – 6730 km, tersusun atas besi (Fe) dan Nikel (Ni), yang datanya diketahui dari gelombang seismik, eksperimen, dan komposisi iron meteorites ( besi meteorit ). Inti Bumi dapat dibagi menjadi 2, yaitu : 
a. Inti luar , kedalaman 2900 – 5100 km tersusun oleh komposisi silika, belerang dan O2 bersifat cair.
b. Inti dalam, kedalaman 5100 – 6730 km. Komposisi besi padat (Fe) dan nikel (Ni) bersifat padat.

Berdasarkan sifat – sifat fisikanya, lapisan Bumi dapat dibagi menjadi: 
1. Lithosphere, merupakan lapisan yang terdiri dari crust & upper mantle, dan berada di kedalaman 0-60 km.

2. Asthenosphere, merupakan lapisan plastis yang memiliki kepadatan rendah dan berada di antara upper mantle dan lower mantle. 

3. Upper mantle, merupakan lapisan luar dari mantel dan suhunya lebih rendah dibandingkan lower mantle. Berada di kedalaman 35-660 km. 

4. Lower mantle, merupakan lapisan dalam mantel yang memiliki suhu lebih panas yang disebabkan oleh panas ekstrim yang berasal dari inner core. Berada di kedalaman 660-2890 km. 

5. Inti Luar (Outer Core), berupa fase cair berada di kedalaman 2890-5150 km, kaya akan unsur besi (Fe) dan nikel (Ni). 

6. Inti Dalam (Inner Core), walaupun bersuhu ekstrim tetapi berupa fase padat yang disebabkan oleh tekanan yang sangat tinggi. Berada di kedalaman 5150-6360 km dan juga kaya akan unsur besi dan nikel. 

BATUAN
Batuan adalah salah satu jenis benda padat yang memiliki komposisi unsur-unsur kimia yang tetap dan tersusun atas bermacam-macam mineral sehingga tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Setelah mengetahui pengertian batuan, maka kita akan melanjutkan uraian mengenai batuan sebagai berikut uraiannya:
Batuan beku (Igneous rocks)
Batuan beku adalah batuan yang  terjadi akibat pembekuan magma, baik itu pembekuan yang terjadi diluar maupun didalam permukaan bumi. batuan beku ini di bagi menjadi 3 yaitu:
      1. Batuan beku luar (batuan vulkanik) adalah batuan yang terbentuk di luar kulit bumi, sehingga temperatur turun sangat cepat yang mengakibatkan zat-zat dari magma hanya dapat membentuk kristal-kristal kecil dan bahkan ada yang tidak dapat membentuk kristal, contohnya batu apung.
      2. Batuan beku dalam (batuan plutonik) adalah batuan yang terbentuk jauh di dasar permukaan bumi sehingga proses kristalisasinya berlangsung lambat dan dapat menghasilkan batuan yang terdiri atas kristal-kristal penuh dan mempunyai struktur halokristalin atau granitis.
      3. Batuan korok (batu beku gang) ialah batuan yang terbentuk di dalam korok-korok, namun karena letaknya yang dekat dengan permukaan, sehingga  pendinginannya lebih cepat dan menghasilkan batuan yang membentuk kristal besar, kristal kecil, dan ada pula yang tidak menghasilkan kristal sama sekali.
            Batuan sedimen (Sedimentary rocks)         
Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari batuan beku yang telah mengalami pelapukan. Batuan ini terdapat di permukaan bumi yang telah mengalami penghancuran (pelapukan) oleh pengaruh cuaca, kemudian diangkat oleh tenaga alam seperti angin, geltser atau air yang diendapkan di tempat lain, berikut pembagian batuan sedimen:

1.      Berdasarkan proses terjadinya, batuan sedimen dibagi menjadi:
·         Batuan sedimen kimiawi-anorganik atau batuan sedimen kimiawi adalah batuan yang terjadi dari endapan hasil pelarutan secara kimia,
·         Batuan sedimen klasik adalah batuan yang terdiri dari endapan pecahan atau hancuran batuan

2.      Berdasarkan medianya, di bagi menjadi:
·         Sedimen akuatis adalah batuan sedimen yang diendapkan oleh air
·         Sedimen aeolis adalah batuan sedimen yang diendapkan oleh angin (udara)
·         Sedimen glasial adalah batuan sedimen yang diendapkan oleh gletser





Batuan malihan (Metamorphic rocks)
Batuan malihan (Metamorphic rocks) adalah batuan yang terbentuk karena pengaruh tekanan, panas, atau karena keduanya. batuan ini di bagi atas:
      1. Batuan metamorf dinamo terbentuk akibat tekanan yang tinggi dalam waktu yang lama, batuan ini disebut juga metamorf kinetis
      2. Batuan metamorf pneumatolistis kontak, terjadi akibat pengaruh suhu yang tinggi dan karena mendapat tambahan gas lain pada waktu terbentuknya batuan
      3. Batuan metamorf kontak adalah batuan yang terjadi akibat suhu yang sangat tinggi karena terletak di dekat dapur magma








1.      Batuan beku (igneous rocks)
Batuan beku  Plutonik : batu Gabro dan Granit
Batuan beku  Vulkanik : Basal, Andesit, dan Obsidian
2.      Batuan sedimen (Sedimentary rocks)
·         Menurut tenaga yg mengendapkan
a)      Batuan sedimen aukuatis : batuan breksi, konglomerat, dan pasir
b)      Batuan sedimen aeris : tanah los, tanah tuf dan tanah pasir di gurun
c)      Batuan sedimen glasial : moraine
·         Menurut cara pengendapannya
a)      Klastik : pasir dan lempung
b)      Kimiawi : stalaktit dan stalagmid
c)      Organik : batu bara dan batu kapur
·         Menurut tempat pengendapannya
a)      Teristis : pembentukan lahan
b)      Marine : sedimen karbonat
Ø  Batu gamping
Ø  Batu dolomit
Ø  Batu kalkaremit
c)      Limnis : batu lempung
d)     Fluvial : tanah los
3.      Batuan malihan
Ø  Kontak : marmer, lakolit, stock, dan sill
Ø  Dinamo : sabak
Ø  Pneumatolitis : turmallum












Siklus Batuan
siklus-batuan1









Pemanfaatan Batuan
v  Batuan Beku:
No.
Jenis Batuan
Pemanfaatan
1.
Batu Basal
Bahan dasar jalan, bahan bangunan, bahan campuran beton, pemberat kereta api, ubin, objek banguan.
2.
Batu Obsidan
Untuk membuat pisau, kepala panah, mata tombak, dan perhiasan.
3.
Batu Granit
Bahan bangunan jembatan, pafing, monument, ubin, anak tangga, dan meja.
4.
Batu Andesit
Bahan bangunan, dan fondasi jalan.
5.
Batu Apung
Sebagai alat penggosok.
6.
Batu Riolit
Bahan baku beton ringan,perekat bangunan, isolator tempetatur tinggi dan rendah, bahan penggosok, saringan atau filter, bahan pembawa atau media, dan campuran makanan ternak.
7.
Batu Diorit
Ornamen dinding atau lantai, dan pondasi.
8.
Batu Peridotit
Bahan perhiasan, dan abrasive atau ampelas.

v  Batuan Sedimen:
No.
Jenis Batuan
Pemanfaatan
1.
Batu Konglomerat
Bahan bangunan.
2.
Batu Breksi
Bahan bangunan.
3.
Batu Kapur (Batu Gamping)
Bahan campuran bangunan, industri karet dan ban, kertas, baja, gelas, dan industri semen.
4.
Batu Pasir
Bahan bangunan.
5.
Batu Serpih
Bahan perabot rumah tangga.
6.
Batu Gipsum
Bahan perekat, penyaring, pupuk tanah, penambah kekerasan bahan bangunan, dan bahan baku kapur tulis.
7.
Batu Bara
Bahan bakar.



v  Batuan Metamorf :
No.
Jenis Batuan
Pemanfaatan
1.
Batu Pualam
Pembuatan meja, asbak, guci, dan hiasan.
2.
Batu Kuarsa
Pembuatan kaca dan kramik, dan sebagai batu perhiasan.
3.
Batu Sabak
Bahan campuran semen, papan tulis, panel instrument listrik, dan pada zaman dahulu digunakan sebagai pengganti buku.
4.
Batu Marmer
Pembuatan lantai dan meja.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar